urip cek angel men rek ... dowone urip seng ngerti yo Gusti Allah, tapi yoo cek nemenen .. moso nggole 40 ewu ae.. totoane nyowo ...
"hidup kok susahnya, emang yang tau lama hidupnya kita hanya Gusti Allah, akan tetapi kok mudahnya.. hanya 40 ribu saja, taruhannya kok nyawa ... "
ini artikel yang tak ambil dari detik ...
Gus Choi: 20 Orang Tewas, Pembagi Zakat Harus Bertanggung Jawab
Muhammad Nur Hayid - detikNews
Jakarta - Sungguh naas nasib 20 fakir miskin yang meninggal karena saling berdesakan saat menerima zakat di rumah seorang pengusaha Pasuruan, Jawa Timur. Muzaki (orang yang membagikan zakat) itu harus bertanggung jawab atas tragedi mengenaskan ini.
"Kita menghargai betul semangat untuk menjalankan ajaran agama. Tetapi karena sudah masuk dalam wilayah hukum, ya yang menyelenggarakan harus bertanggung jawab," ujar Ketua FKB Effendi Choirie kepada detikcom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2008).
Menurut pria yang akrab disapa Gus Choi ini, kalau tidak ada acara pemberian zakat yang diselenggarakan di rumah itu, maka tidak akan ada yang tewas. Seharusnya para muzaki (orang yang memberi zakat) mencontoh Umar bin Khattab dalam pembagian zakat.
Pemberi zakat seharusnya tidak mengundang fakir miskin untuk datang ke rumahnya. Tetapi harus memberikan langsung ke orang yang berhak dengan cara mendatangi fakir miskin itu ke rumahnya.
"Kami bisa memahami semangat dan niatnya yang baik untuk melaksanakan perintah zakat. Tetapi kalau caranya salah, itu bisa buat masalah seperti sekarang. Harusnya para agniya (orang kaya) dan para muzaki (orang yang berzakat) itu mencontoh Saydina Umar (Umar bin Khattab) dalam pembagian zakat dengan cara mendatangi rumah mustahiq (penerima zakat)," ujarnya.
Gus Choi mengatakan, dengan cara memanggil dan mengumpulkan orang, hanya semakin menjatuhkan harkat dan martabat para fakir miskin. Selain itu juga cenderung menjadi alat untuk riya karena akan menarik perhatian banyak orang secara terbuka.
"Sekarang bagi zakat seperti itu hanya menjatuhkan martabat para fakir. Sudah miskin dimiskinkan lagi dengan cara seperti itu. Unsur riyanya juga tampak karena ada unsur publisitas," tandasnya.
Jadi pikirikan sebelum anda melangkah, karena sesal tiada guna ...
15 September 2008
Langganan:
Poskan Komentar (Atom)


5 komentar:
walau bagaimanapun, kita harus berterima kasih kepada h. syaikhon dan para korban. karena, dg peristiwa yg menimpa mereka inilah, kita semakin tersadarkan akan pentingnya zakat dilakukan dg ikhlas dan profesional… :)
ya yang terjadi terjadilah ... itu semua pasti sudah garis hidup dari GUSTI ALLAH ...
wah om dodik ini sekarang mulai kritis terhadap masalah sosial ya....
Alhamdulillah...
ya saya andaikan saja bila terjadi pada kerabat, keluarga atau famili saya, begitu sedihnya ..... dan semoga hal ini yang terakhir terjadi...
Tidak sepenuhnya salah haji syikhon.
Salahkan juga nafsu - nafsu berebut, kalau mereka tidak bernafsu seharusnya mereka tidak akan tega menginjak nginjak teman senasibnya sendiri. Nafsu dan tidak sabar lagh yg membunuh mereka.--ndev--
Poskan Komentar